Cintaku Sebening Embun

Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun

Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?

Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun
kasih….kasih…..

7 thoughts on “Cintaku Sebening Embun

  1. robiah Penulis

    @dloen
    Selembut hati yang posting, hehe,..
    saking lembutnya, tak terasa ia dihantam kanan kiri depan belakang atas bawah oleh ‘sekeliling’, ia tetap lembut dengan lembutnya hati dan jiwanya,..
    dloen, blogmu kq error?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *