Wajah Kekasih

Jalan setapak itu
Penuh kerikil dan berbelok
Hampir dua puluh tiga putaran
Kulewati dengan jatuh bangun tiada henti

 

Saat kakiku tak mampu
walau hanya sekedar menggerakkan jemari
Wajah sendunya menghampiriku

 

Lembut lambaiannya menghiasi
Satu titik cahaya menyelimuti
Kupikir cahaya itu terang seperti purnama kali ini

 

Cahaya semu memudar hilang
Menggoreskan luka mendalam

 

Hujan pun luruhkan rintiknya
Pelangi sembunyikan warnanya
MurkaNya atas polahku
SayangNya atas nafsuku

 

Wajah sendu itu
Meremas menghentikan jantungku
Wajah sendu itu
Mengikat memenjarakan nafasku

 

Dedaunan kering gugur ke bumi
Awan kesuraman tiada mentari
Waktu berhenti goreskan luka di hati
Kuyakinkan diri padaMu ilLahi

Facebook Comments

Leave a Reply

1 thought on “Wajah Kekasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *