Safari Akhir “Tahun”

Safari akhir tahun kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Baik tema maupun tempatnya. Tahun lalu ziarah wali songo bersama 2 bus rombongan dari fatayat Jawa Tengah. Namun di hari akhir tepatnya di detik terakhir rampungnya serentetan acara ziarah tersebut belum sempat membuka pintu rumah sudah bergetar henpone menandakan ada sms masuk. Segera bertolak ke Jombang tengah malam itu juga, berita duka yang teramat bagi saya dan dunia umumnya karena telah berpulangnya Romo Kyai Abdurrahman Wahid.

Hingga hari ketiga beliau berpulang tetap saya berada disana, terlebih saat proses pemakaman yang sedetik pun saya tak ingin tertinggal pada momen tersebut. Ada satu pemandangan yang membuat saya terus berdecak SubhanalLah…. Beberapa kilometer dari tempat persemayaman terakhir beliau, area sweeaping sudah diberlakukan. Kala itu, berbagai kalangan masyarakat hadir. Mulai dari yang miskin hingga yang kaya. Mulai dari yang abangan hingga priyai. Warung-warung di daerah sekitar sungguh laris manis, warung apapun. Khususnya warung makan. Para tukang ojek pun kebanjiran order. Hingga masyarakat sekitar pun banyak juga yang memberikan makanan apa adanya secara cuma-cuma. Para kyai mulai dari tidak berambut hingga yang berambut sampai ke tanah pun ada, dari yang tidak berjenggot hingga yang berjenggot melambai-lambai, dari kyai fakir hingga kyai ningrat. Semua berjalan kaki sekian kilometer untuk bisa sampai ke tempat pemakaman Mbah Kyai Gus Dur. Ada pula pendatang yang memunguti bunga-bunga belasungkawa dari berbagai instansi untuk koleksi mereka hushh, ada-ada saja” dan ada sebagian dari mereka sampai berebut.

Tahun sebelumnya pula, serentetan ziarah wali songo bersama rombongan pengajian rutin di Pondok Pesantren Mojo, Jombang. Berlangsung sekitar 7-8 hari. Tidak lupa saya ziarah ke Makam Mbah Priok dan Habib Kwitang, Jakarta.

Kali ini pun, saya bersama teman-teman jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia paket Jurnalistik berkunjung ke Jakarta. Bukan untuk berziarah, tapi kali ini karena ada satu kewajiban dari salah satu matakuliah jurnalistik yakni keredaksian untuk melaksanakn KKL. Semula saya berencana berkunjung ke tiga kota sekaligus, Jakarta-Bandung-Jogjakarta. Namun mengingat berbagai pertimbangan akhirnya disepakati hanya Jakarta saja tetapi dimaksimalkan untuk proporsi dan kualitasnya.

Acara yang bertema Khasanah Budaya dan Bahasa dalam Dunia Jurnalistik ini berlangsung dari tanggal 8-11 November 2011. Kegiatan tersebut difokuskan pada beberapa kajian diantaranya study banding kampus, media sastra, media cetak, media online, dan media siar.

Kampus yang ditunjuk adalah Universitas Negeri Jakarta, mengingat persamaan bidang garapan yang ada. Selanjutnya media sastra yakni Komunitas Salihara namun karena berbagai hal, media sastra tidak masuk ke dalam list kunjungan. Untuk media cetak, kami berkunjung ke Koran Harian Seputar Indonesia. Selanjutnya media onlien, ke Okezone.com dan media siar di Metro TV sekaligus mengikuti acara Show Kick Andy yang akan ditayangkan tanggal 26 November 2011 nanti.

Perjalanan dari Malang-Jakarta cukup jauh dan lama. Rombongan ready pkl 08.00 WIB hari selasa, 8 November 2011 yang diberangkatkan oleh Bapak Kajur PBSI, Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Tiba di Jakarta pkl. 05.00 WIB hari rabu, 9 November 2011. Macet tidak bisa bergerak sedikit pun sekitar 2 jam di daerah Gebang.

Transit di Masjid istiqlal cek ini di penginapan terlalu jauh dan waktu tidak memungkinkan sekitar pukul 07.00 WIB untuk bersiap-siap ke tempat kunjungan pertama, Kampus UNJ. Sambutan dari pihak UNJ cukup ramah dan friendly. Berbagai sharing mengenai pendidikan jurnalistik pun berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya perjalanan menuju tempat kunjungan kedua, yakni media cetak Koran Harian Seputar Indonesia pukul 13.00 WIB. Tidak kalah ramah pula sambutan yang diberikan. Pemred Bapak Dwi Sasongko pun menemani kami hingga selesai. Setelah diskusi bersama pemred selesai, kami sempatkan melihat dan mengamati langsung ke dapur redaksi.

Kunjungan yang ketiga yakni media siar, Metro TV. Tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Persiapan dilakukan dan ready bada maghrib. Acara selesai tepat pukul 22.00 WIB. Tidak tertinggal buku motivasi dan majalah yang cukup bagus dan menarik pun kami dapat. Luck Factor karya Dr. Richard Wisman. Terkuras sudah adrenalin yang ada dengan berbagai kegiatan di hari pertama itu. Segera kami menuju penginapan di Graha Wisata Ragunan, Jakarta Selatan.

Pagi hari cek out, dan siap ke kunjungan keempat yakni media online, Okezone.com. Di kunjungan terakhir ini tidak kalah asyik dan menarik dari kunjungan sebelumnya. Selain kondisi badan yang sudah dicharge dan stamina oke, sambutan dari Okezone.com terasa hangat dan menyenangkan. Kuliah jurnalistik di Okezone.com pun berlangsung responsif dan aktif bersama Pemred dan ketiga RedPelnya.

Kuis pun dihadirkan oleh Mbak Rani RedPel Kanal Style untuk mengecek keseriusan peserta dalam mengikuti kuliah tersebut. Lima mahasiswa mendapatkan buku dan merchandise karena berhasil menjawab kuis yang disajikan. Tidak terasa waktu molor 2 jam. Diperkirakan usai dari Okezone.com pukul 10.30 WIB namun pukul 12.30 pun belum juga selesai. Di penghujung kunjungan, kami digiring ke awak Okezone.com untuk menyaksikan dan diskusi langsung dengan beberapa karyawan pada bidang kerja masing-masing.

Keempat kunjungan selesai sudah saya lalui. Tinggal refresh dan jalan santai. Tepat pukul 14.00 WIB kami sempatkan ke Monas. Meskipun sudah berkali-kali ke Jakarta dan mengunjungi Monas, tidak afdhol kalo kesini lagi tapi tidak mampir, ayolah kata salah satu peserta.

Selesai dari Monas, saya rombongan ke Pantai Marina Ancol hingga senja datang. Perjalanan pulang pun siap dijalani. Sebelum benar meninggalkan Jakarta, kami sempatkan pula mampir ke Mall tempat belanja yang hanya mempunyai satu pintu utama untuk memudahkan jika terjadi nyasar Jakarta.

Goodbye Jakarta…. saya pasti akan kembali lagi 🙂

Lebih lengkap, lihat juga disini.

Facebook Comments

Leave a Reply

2 thoughts on “Safari Akhir “Tahun”

  1. novi

    saat2 akhir begitu menyenangkan.. lebih-lebih bisa mendapatkan ilmu jurnalistik dari medianya langsung. semoga bermanfaat dan mampu menularkan ke anak2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *