Archive for the 'Sastra Mbois' Category

Jul 19 2012

Detik-detik Terakhir (1)

Published by under Diary,Sastra Mbois

Rajab dan Syaban adalah bulan penuh berkah, khususnya bagi saya dan di tahun 1433 Hijriyah ini. Sudah hampir satu tahun saya memprogram skripsi, tepatnya sejak september 2011 hingga april 2012 kemarin dan belum juga ada kemajuan. Bila dicermati ternyata hanya satu atau Continue Reading »

3 responses so far

Des 25 2011

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

1989

video hujan bulan juni

Bulan Juni ini, mengingatkan saya pada puisi di atas. Puisi karya salah seorang penyair besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono. Continue Reading »

3 responses so far

Mar 15 2011

Model Komunikasi

Published by under Sastra Mbois

Seperti halnya model pesawat terbang, model rumah, atau pun model lainnya, model komunikasi kurang lebih adalah replika–kebanyakan sebagai model diagramatik–dari dunia nyata. Oleh karena komunikasi bersifat dinamis, sebenarnya komunikasi sulit dimodelkan. Akan tetapi, penggunaan model berguna untuk mengidentifikasi unsur-unsur komunikasi dan bagaimana unsur-unsur tersebut berhubungan. Continue Reading »

2 responses so far

Mar 14 2011

RPP SMA Kelas X Semester II

Published by under Sastra Mbois

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah: SMA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : X/II

Materi Pokok  : Menulis Cerpen

Aspek: Menulis

Standar Kompetensi: Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen

Kompetensi Dasar : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar)

Karakter : Menyenangkan, kreatif, gemar menulis.

Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit

Continue Reading »

No responses yet

Nov 09 2010

Perasaan Perempuan (2)

Published by under Sastra Mbois

Tepat tanggal 06 Nopember tahun ini, sampe juga ke kota jakarta–berkunjung ke makam poro Yai—sampe tiba akhirnya di kota surabaya. Kota yang panas, penuh debu, dan “kabut“. Yach, itu pendapat kebanyakan orang. Tapi lumayan juga dari pada jakarta yang macetnya minta ampun.

Surabaya, ketika kata itu sampe ke ujung-ujung syaraf gendang telingaku, pedih, haru, bahagia, duka, lara, dan semua rasa tumpah di kota pahlawan itu. Ach, bukan surabaya yang ingin aku cerita kepada semua. Yang jelas Surabaya kini telah menjadi bagian dari hidupku.

Saat berada di Jakarta, aku terkaget melihat orang itu. Orang yang satu tahun lalu bertemu denganku di pelataran perpustakan itu. Namun, satu tahun yang lalu itu, aku hadir dalam pemakamannya.         (bersambung)

6 responses so far

Jul 29 2010

Perasaan Perempuan (1)

Published by under Sastra Mbois

sudah menjadi sunatnya manusia bila perempuan lebih mengedepankan perasaan dan laki-laki lebih kepada logika.

begitupun dengan si perempuan ini, ia amat perasa. perempuan paruh baya itu duduk seorang diri di pelataran perpustakaan kota. teringat akan lakonnya beberapa tahun ke belakang.

“begitu sulit memberi kepercayaan kepada seseorang, tapi tiga tahun yang lalu entah mengapa aku begitu percaya kepada seorang laki-laki. namun seperti kaca di hantam batu, kepercayaan itu dikhianati hingga hancur tak berwujud.”

“apakah jalan ini adalah jalan yang Engkau kehendaki? mengapa terasa begitu menyakitkan. tidak kah aku bisa menjadi manusia bebas, berdiri di atas kakiku sendiri, meludah dengan rasa inginku, bernafas dengan kehendaknya paru-paruku.”

“aku bisa simpulkan, semua tak ada yang GRATIS! tak ada manusia yang ikhlas antarsesamanya… akh, tidak. aku salah. mereka begitu gampangnya saling membantu, apakah itu tidak berawal dari ikhlas? ya, aku salah.”

“aku salah, aku perempuan penuh salah. di tiap langkahku pasti salah.”

perempuan itu terus menceracau dan menangis hingga tersedu-sedu. menyakiti dirinya dengan beberapa tusukan jarum dan goresan silet.

perempuan itu? putus asakah dia dengan kehidupannya?

3 responses so far

Jun 08 2009

Nginap di Darul Falah “bersama KM3”

Published by under Sastra Mbois

Jum’at, 5 Juni 2009, teman-teman KM3 mengadakan DM ke 2 di tahun ini. Acara berlangsung 3 hari, 5 – 7 Juni. DM 1 Oktober lalu bertempat di Kepanjen, Malang. Kali ini panitia menyediakan tempat di Batu, tepatnya di Mahad Darul Falah. Peserta yang hadir cukup banyak sekitar 25 orang terkait dengan DM 2 kali ini adalah susulan dari DM 1. Continue Reading »

9 responses so far

Jan 11 2009

Kemahiran Membaca

Published by under Sastra Mbois

1. Teknik Membaca KWLH

2. Teknik Membaca SQ3R

3. Skimming and Scanning

Seseorang pelajar lazimnya terpaksa banyak membaca. Dalam konteks sekolah bestari, pelajar digalakkan mendapatkan maklumat dari pelbagai sumber. Mereka membaca pelbagai tujuan. Ada masanya mereka perlu membaca secara meluas atau ekstensif. Ada masanya pula mereka perlu membaca secara intensif atau mendalam. Untuk menjadi seorang pembaca yang berkesan, pelajar perlu menguasai dan mengamalkan beberapa teknik membaca. Oleh karena itu guru perlu membimbing pelajar menguasai teknik-teknik tersebut dari peringkat sekolah rendah lagi. Continue Reading »

3 responses so far

Des 23 2008

Sejarah Sastra

Published by under Sastra Mbois

Pemetaan Beragam tentang Periodisasi Sastra Indonesia
Periodisasi Sastra Indonesia selama ini telah dipetakan sangat beragam oleh ahli sastra Indonesia. HB. Jassin, misalnya, membagi periodisasi sastra menjadi dua, yakni (a) Sastra Melayu Lama, dan (b) Sastra Indonesia Modern, yang meliputi (1) Angkatan 20, (2) Angkatan 33 atau Pujangga Baru; dan (3) Angkatan 45. Sementara itu Boejoeng Saleh membagi periodisasi sejarah sastra Indonesia menjadi 4: (1.) Sebelum tahun 20-an, (2). Antara tahun 1920 – 1933; (3). 1933 – Mei 1942, dan (4). Mei 1942 hingga kini (1956). Continue Reading »

4 responses so far

Des 21 2008

Periodisasi Sastra 70-an

Published by under Sastra Mbois

Bentuk sastra lahir melalui pertemuan dan konsensus antarbudaya etnis atau antarbudaya etnis dengan budaya lainnya (seperti budaya agama) bahkan dengan budaya barat, dimana dalam pertemuan ini budaya etnis tetap berperan sebagai objek dalam pembentukan nilai baru. Proses perkembangan kesusastraan Indonesia ini dimulai pada tahun 1960-an dan sejak tahun 1970-an perkembangan bentuk ini makin subur dengan munculnya sajak-sajak Sutardji Calzoum Bahri yang terletak dari mantra Ibrahim Sattah, dan Hamid Jabbar dari dzikir. Continue Reading »

9 responses so far

Next »