Archive for the 'Puisi & Syair' Category

Apr 12 2009

Mengubah Diri

Published by under Puisi & Syair

kembar2

kembarku hilang dimakan waktu..

Ketika semua tegang menunggu..

hari sabtu yang lalu..

dia datang membawa sembilu..

dan…

kini sembilu tertanam di hati yang mulai membiru..

One response so far

Nov 07 2008

Sadarlah!

Published by under Puisi & Syair

Seringkali kita tersadar
Sesaat setelah kita kehilangannya
Yang ada tinggal penyesalan, ratapan dan tangisan
Maka jagalah orang yang kau cintai
Jangan biarkan ia lepas untuk selamanya
Karena….
Meski kau akan mendapatkan pengganti dia
Tapi rasanya tidak akan sama
Sebab hanya pada saat tertentu saja
Dimana kita bisa mencinta Sedalam-dalamnya
Putih berbeda dengan kuning B
erbeda pula dengan jingga
Meskipun sama cerahnya
Bila kau telah memiliki putih
Jagalah!
Jangan sampai ia berubah warna
Bila belum, maka carilah!!

2 responses so far

Nov 06 2008

JeRawAt

Published by under Puisi & Syair

Aku punya jerawat
Tumbuhnya dijidat
Tiap hari kurawat
Agar tidak menghebat
Ketika aku naik pesawat
Jerawatku tersangkut kawat
Terasa dunia ini mau kiamat
Segera aku pergi berobat
Kata sang perawat
AKu tidak boleh makan soto babat
Gara-gara jerawat
Dunia terasa semakin gawat…..

One response so far

Nov 06 2008

Muslimah Sejati

Published by under Puisi & Syair

Muslimah Sholihah Sejati
Selalu Membawa Maslahat
Selembut Khadijah
Secerdas Aisyah
Semulia Ummu Salamah
Secemerlang Fatimah
Sesantun Zainab
Setegar Asma
Segagah Nasibah

Andakah Muslimah Sholihah Sejati itu?!! Buktikan!:)

3 responses so far

Nov 06 2008

Awal dan Permulaan

Published by under Puisi & Syair

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari tali
Selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
Dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
Senang dipermulaan
Dan ada bahaya yang menghadang di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang
Dan ada bahaya saat kembali

No responses yet

Nov 05 2008

Untuk Sahabat

Published by under Puisi & Syair

Mari mengurai silsilah di ranah membasah
Pejamkan matamu sejenak agar dapat kukecup resah
Tak kuharap ada nanah di sebalik bilah-bilah yang berdarah
Jazirah itu akan kita tanami tetumbuhan penawar lelah

Mari mengeja kalimat-kalimat yang tak sudah
Kita rangkai jadi kelambu dalam galau malam mendesah
Lentera-lentera telah terpasang menyambut titah
Istana bebintang mengundang kita dalam jamuan kisah

Mari berbaring dalam dongeng pengantar tidur
Kenangan mengukir dalam doa yang tak akan terkubur
Tapak-tapak tamadun memutar aksara untuk bertutur
Setiap untai kataku adalah harap yang tak pernah luntur

Mari… memutar kalam mendayung lebur !

4 responses so far

« Prev