Tag Archive 'Cerita Perempuan'

Jul 19 2012

Detik-detik Terakhir (1)

Published by under Diary,Sastra Mbois

Rajab dan Syaban adalah bulan penuh berkah, khususnya bagi saya dan di tahun 1433 Hijriyah ini. Sudah hampir satu tahun saya memprogram skripsi, tepatnya sejak september 2011 hingga april 2012 kemarin dan belum juga ada kemajuan. Bila dicermati ternyata hanya satu atau Continue Reading »

3 responses so far

Jun 16 2012

Kurindukan PanggilanNya

Published by under Uncategorized

Aliran darah berputar-putar tidak tentu arah, nyeri disekujur tubuh terutama di daerah perut tak tertahankan, mata yang telah lelah untuk terpejam sejenak pun akhirnya terjaga. Hampir 2 jam mencoba rilex dari sekian akitivas disiang hari yang menghabiskan tenaga. Continue Reading »

No responses yet

Mar 29 2012

Sua Kembali

Published by under Diary

HamdanlilLah. Tiada ucapan syukur yang melebihi kebahagaiaan yang ada.
Berawal dari sebuah sms di penghujung mentari menampakkan sinarNya.

Dek, lagi dimana? Yu kangen, pengen ketemuan
Sontak aku girang, segera kutekan nomor telpon untuk pastikan posisinya.
Assalamua’alaikum
Wa’alaikumsalam

Continue Reading »

One response so far

Des 25 2011

Hujan Bulan Juni

Published by under Puisi & Syair,Sastra Mbois

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

1989

video hujan bulan juni

Bulan Juni ini, mengingatkan saya pada puisi di atas. Puisi karya salah seorang penyair besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono. Continue Reading »

3 responses so far

Nov 23 2011

Semangat Ngeblog

Published by under Umum

Teringat beberapa tahun yang lalu saat masih Aliyah-SMA-di Yayasan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Brebes, tepatnya tahun 2003. Saat mengikuti tes masuk, saya tak banyak pikir panjang. Thoh tesnya hanya mata pelajaran matematika dan membaca Al Qurân, saat itu cukup mudah bagi saya. Sebelumnya sempat melihat di brosur ada beberapa spesifikasi untuk program Aliyah, salah satunya spesifikasi komputer. Satu tujuan saya, yakni harus bisa masuk di spesifikasi tersebut. Maklum, anak desa yang masih gemerlap bila melihat dan bisa mengoperasikan komputer.

Benar prediksi itu, saya lolos tes dengan nilai tertinggi dari sekian ratus siswa. Sembilan koma lima! Entah diterima di kelas IPA pun IPS, yang terpenting bisa masuk program sepesifikasi komputer, gumam saya. Continue Reading »

5 responses so far