Bunga Bunda

Bunga di pusara
Waktu berlalu seperti biasa
Rutinitas menyita raga
Dalam langkah meraih bahagia

 

Duhai waktu yang berlalu
Mengapa engkau mendustaiku
Dikala harapan menggebu
Untuk membahagiakan ibuku

 

Kini hanya tabur bunga
Menghiasi tanah bunda
Kering sudah air mata
Meretas harapan bahagia

Facebook Comments

Leave a Reply

6 thoughts on “Bunga Bunda

  1. Pojok Pradna

    bangus banget dan menyentuh…

    sekilas aku baca tulisan yang lain, juga bagus, tata bahasanya tertata dan apik sehingga cerita yang menyentuh dapat dirasa pembaca.

    Kalau sudah begini, kenapa masih minta tips dari saya, Tukang Cerita yang suka seenaknya ? ^_^

    Sudah saatnya tulisan Lia go public nih…atau sudah? 🙂

    Sukses!

  2. robiah Penulis

    Syukron kunjungan dan apresiasinya.
    Tapi tentu Lia masih harus belajar juga dari Mas Pradna yang tulisannya sudah disana-sini 🙂

  3. fasicha

    puisinya menyentuh hati n itu semua jga aku alami 1 thn yang lalu, yg sbar ya mba, memang dlm hidup ini penuh dgn cbaan, tapi tetap semangat ya mba…………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *